Langsung ke konten utama

Postingan

Anak Laki-laki Bertopi Hijau

           Seorang anak laki-laki bertubu h mungil berjalan dengan sepatu usangnya sa mbil menangis. Ibunya tergopoh-gopoh menghampiri. Sang wanita separuh baya itu bertanya, “Ada apa anakku? Mengapa kamu menangis?” Sang anak tak dapat menahan tangisnya dan meronta-ronta. Sang ibu yang kebingungan hanya dapat memeluknya sembari menepuk pundaknya dan berkata, “Kapanpun kau ingin menceritakannya, ibu akan mendengarkan. Jika sulit bagimu untuk mengatakannya sekarang, ibu tetap menunggunya.”             Keesokan harinya, anak lelaki itu berlari lebih kencang sampai baju lusuhnya sobek. Ia menangis lebih keras dari sebelumnya. Sang ibu lagi-lagi memeluknya dan menepuk pundaknya. Ibu juga melepas kaos anak itu dan menjahitnya dengan rapi. Melihat sang ibu yang tidak bertanya apa-apa dan hanya menjahit baju, anak itu mendekat dan bertanya, “Ibu, aku lapar. Apakah ada makanan?”    ...

Cara Menyingkirkan Rasa Takut, Khawatir, Gelisah, dan Trauma

  Rasa takut adalah hal yang wajar dialami oleh semua orang. Bahkan para profesional, seperti penyanyi masih takut etika harus tampil di panggung, aktor dan aktris kadang merasa sangat stress sebelum memulai dialog mereka, dan presidenpun pasti memiliki kekhawatiran dan kegelisahan tertentu.      Lalu, bagaimana cara mengusir semua itu untuk selama-lamanya? Apakah ada obatnya? Atau cara lain seperti terapi dan sejenisnya?      Terapi dibuat hanya untuk membuatmu percaya bahwa kamu dapat menyingkirkan ketakutan itu. Jadi, jawabannya ada pada dirimu sendiri. Hanya kamu yang dapat menyingkirkannya. Kamu memiliki obat yang sangat mujarab bernama pikiran bawah sadar. Berikut beberapa cara untuk mengaktifkan alam bawah sadarmu dan menyingkirkan perasaan tidak nyaman ini untuk selamanya.  1.Akui Rasa Takutmu        Jujurlah dan berdamailah dengan dirimu sendiri. Katakan padanya apa yang membuatmu takut. Kamu dan dirimu adalah satu. Ji...

3. Cerita Rasa-A Quarter Life Crisis

Apa yang kamu rasakan ketika kamu bangun dengan usia baru dan kamu menyadari usiamu sudah 25 tahun??? Ada yang senang karena semua yang ia inginkan sudah terwujud. Misalnya saja, rumah mewah, pekerjaan tetap, atau pasangan yang mendampingi sepanjang hidupmu. Jadi usia 25 tahun bukanlah hal yang sulit untuk dilalui.  Bagaimana dengan kalian yang mulai bertanya-tanya, bahkan sampai saat kalian membaca post ini, kalian terus bertanya-tanya. Ada banyak hal yang ingin kalian sampaikan tapi terasa sulit untuk menerjemahkan pemikiran kalian. Ada banyak pertanyaan yang rasanya membutuhkan jawaban namun sangat sulit untuk menerka-nerka kondisi kalian saat ini.  Kalian mulai khawatir dan merasa sendiri. Ada banyak hal-hal biasa yang mulai mengganggu kalian. Di mulai dari harapan kalian akan masa depan. Rancangan dan desain gambar kalian tentang masa depan sempurna yang sepertinya begitu mudah kalian genggam ketika kalian bermimpi. Tapi kalian mulai merasa bahwa realita me...

2.Cerita Rasa-Hari Bahagia

Sebuah hari yang seringkali kita impikan adalah hari di mana kita benar-benar merasa spesial dan bahagia. Wedding party, birthday party, atau hari-hari yang selalu kita rayakan. Kumpul bersama teman-teman, keluarga, dan orang-orang yang kita sayangi. Belum lagi mendapatkan hadiah untuk dibuka satu per satu. Menyenangkan bukan? Mendapat ucapan selamat. Rasanya kebahagiaan itu tak pernah ingin kita bagi dengan orang lain. Lebih parahnya lagi, kita menjadi egois dan ingin menunjukkan kepada semua orang betapa bahagianya kita hari itu.  Namun, setelah hari itu selesai, masihkah perasaan bahagia itu meliputi hidup kita? Atau justru kita memilih untuk diam dan menyalahkan keadaan. Mengapa aku baru tahu sekarang tentang sikap dan karakter orang yang kupilih? atau mengapa di usia baruku, justru tantangan dan masalah datang bertubi-tubi?  Lalu kemudian kita merasa seolah-olah hidup sendiri. Tidak ada satupun yang mengerti keadaan kita. Bukankah demikian? Pikiran negatif sering...

1. Cerita Rasa-Persiapan

Setiap hari ketika ku bangun dan membuka mata, selalu ada persiapan baru yang harus kulakukan. Persiapan untuk hari ini. Mandi, membersihkan, rumah, berpakaian, memasak, berdandan, dan tentunya kesempatan untuk merenung. Merenung akan hal baik atau buruk yang sedang terjadi.  Sulit memang untuk mengerti kondisi buruk, karena fokus kita hanya pada situasi baik. Jika semuanya berjalan dengan baik, semudah itu untuk tersenyum. Semudah itu untuk bahagia. Bagaimana jika kondisi itu tak lagi baik?  Ketika menyukai seseorang, kita cenderung lebih bersemangat dalam melakukan segala sesuatu. Rasanya hari-hari menjadi lebih produktif dan sibuk. Bagaimana jika ternyata masalah datang dan seseorang itu pergi, sulit bukan bagimu untuk tetap semangat? Sesekali menangis dan air mata jatuh sendiri. Sulit untuk melakukan pekerjaan rutin. Rasanya terlalu malas meskipun hanya untuk melangkah.  Itulah mengapa kamu perlu melakukan persiapan. Kita tidak pernah tahu di depan se...