Langsung ke konten utama

Cara Menyingkirkan Rasa Takut, Khawatir, Gelisah, dan Trauma

 Rasa takut adalah hal yang wajar dialami oleh semua orang. Bahkan para profesional, seperti penyanyi masih takut etika harus tampil di panggung, aktor dan aktris kadang merasa sangat stress sebelum memulai dialog mereka, dan presidenpun pasti memiliki kekhawatiran dan kegelisahan tertentu. 

    Lalu, bagaimana cara mengusir semua itu untuk selama-lamanya? Apakah ada obatnya? Atau cara lain seperti terapi dan sejenisnya? 

    Terapi dibuat hanya untuk membuatmu percaya bahwa kamu dapat menyingkirkan ketakutan itu. Jadi, jawabannya ada pada dirimu sendiri. Hanya kamu yang dapat menyingkirkannya. Kamu memiliki obat yang sangat mujarab bernama pikiran bawah sadar. Berikut beberapa cara untuk mengaktifkan alam bawah sadarmu dan menyingkirkan perasaan tidak nyaman ini untuk selamanya. 

1.Akui Rasa Takutmu

     Jujurlah dan berdamailah dengan dirimu sendiri. Katakan padanya apa yang membuatmu takut. Kamu dan dirimu adalah satu. Jika kamu berusaha untuk menyembunyikan ketakutan itu, bagaimana kamu akan menyelesaikannya dan bagaimana dirimu bisa membantumu menemukan solusinya?

    Seseorang terlalu serius menanggapi rasa takut sehingga mereka sering mengalami kesulitan untuk mengakui kebenaran yang sesungguhnya meskipun pada diri mereka sendiri.

        Bila kamu mampu mengakui rasa takutmu itu, maka kamu telah melewati suatu langkah besar untuk menyelesaikan masalahmu. Biasanya ini merupakan langkah yang paling sukar diambil, karena kebanyakan orang tidak suka mengakui rasa takut. Mengapa? Karena ia menganggap rasa takutitu sebagai kelemahan mereka. Padahal sebenarnya tidak demikian, sebab pengakuan ini adalah suatu tindakan yang menunjukkan keberanian kalian. 

      Akui itu dan temukan solusinya. Jika memang terlalu sulit bagimu menemukan solusi, hubungi orang yang dapat kamu percaya dan cukup bijaksana untuk membantu menyelesaikannya. 

2.Analisa Dulu Apakah Rasa Takut itu Pantas Ditakuti?

        Pikirkan alasan ketakutanmu. Pantaskah rasa takut itu kalian alami? Jika kamu merasa bahwa rasa takut itu tidka seharusnya hadir dalam hidupmu, maka lepaskan sekarang juga. Namun, jika memang ada hal-hal traumatik yang mengganggumu, semua yang perlu kamu lakukan adalah bertekad untuk melupakan semua ketakutan itu dan menjadi dirimu yang baru.

3.Ambil Tindakan untuk Rasa Takutmu

            Kamu sudah bertekad untuk tidak takut lagi bukan? Sekarang bangkit. Sekarang juga. Jika kamu masih berkata, nanti dulu, masih ada yang harus dipersiapkan. Maka, kamu tidak akan pernah melepasnya. Singkirkan kata NANTI DULU dan berjalanlah sekarang juga. Lakukan seolah-olah kamu sudah lupa pada rasa takut itu, seolah-olah kamu berani meghadapinya dan mendapatkan apa yang kamu mau.

    Beberapa metode yang akan membantumu :

A) Jangan berkonsentrasi pada hal-hal yang membuatmu takut.

    Rasa takut hanya akan mengaktifkan imajinasimu dan membuat ketakutan itu muncul secara berlebihan. Hanya karena imajinasi saja, kamu bisa berpikir bahwa ulat bulu adalah seekor ular phyton yang besar dan siap menerkammu. 

    Jangan bayangkan sesuatu yang menakutkan, itu akan membuyarkan konsentrasimu. Bagaimana jika kamu menganggap ular itu adalah gambar kartun lucu yang sering menyapamu di film anak-anak? Bukankah menyenangkan? Duniamu dipenuhi dengan film anak-anak yang menghibur. Kamu jadi tidak merasa takut lagi. Menyenangkan sekali. 

B) Lakukan hal-hal yang justru kamu takuti. 

        Percayakah kamu? Ketika kamu melakukan hal-hal yang kamu takuti, kamu justru akan mendapatkan kekuatan dari rasa takutmu dan kamu akan berani menghadapinya. Metode ini merupakan hukum alam. Paksa dirimu untuk melakukan hal yang tidak kamu sukai. Paksa dirimu sampai kamu lupa bahwa kamu sangat takut. 

Kamu sudah siap untuk memulai petualanganmu menghadapi rasa takut? Selamat mencoba. 


"Rasa takut mengalahkan banyak orang ketimbang hal lainya di dunia ini. Jadi, berhentilah takut, agar kamu menjadi pemenang."

-Ralph W. Emerson-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Harimu Menjadi Lebih Produktif

  HOW TO MAKE YOUR DAILY PRODUCTIVE ROUTINE               Terkadang meskipun terlihat sibuk dan mengerjakan sesuatu, rupanya ada banyak hal yang tidak produktif kita kerjakan. Apalagi di tengah situasi yang mengharuskan kita untuk tinggal di rumah sepanjang waktu. Rasa bosan dan bingung akan membuat kita semakin tidak menikmati hari-hari kita. Ada beberapa cara yang dapat membantumu untuk lebih produktif setiap hari. Let’s dive in!             Bangunlah lebih pagi . Be morning people, benar-benar sangat sulit bagi mereka yang sudah terbiasa bangun siang karena situasi. Atau mungkin bangun pagi tetapi tidak melakukan apapun di pagi hari selain bersiap untuk berangkat kerja. Nah, mulai sekarang, biasakan untuk bangun lebih pagi satu jam dari biasanya.             Buat To-Do-List . Setelah bangun pagi, coba bu...

Anak Laki-laki Bertopi Hijau

           Seorang anak laki-laki bertubu h mungil berjalan dengan sepatu usangnya sa mbil menangis. Ibunya tergopoh-gopoh menghampiri. Sang wanita separuh baya itu bertanya, “Ada apa anakku? Mengapa kamu menangis?” Sang anak tak dapat menahan tangisnya dan meronta-ronta. Sang ibu yang kebingungan hanya dapat memeluknya sembari menepuk pundaknya dan berkata, “Kapanpun kau ingin menceritakannya, ibu akan mendengarkan. Jika sulit bagimu untuk mengatakannya sekarang, ibu tetap menunggunya.”             Keesokan harinya, anak lelaki itu berlari lebih kencang sampai baju lusuhnya sobek. Ia menangis lebih keras dari sebelumnya. Sang ibu lagi-lagi memeluknya dan menepuk pundaknya. Ibu juga melepas kaos anak itu dan menjahitnya dengan rapi. Melihat sang ibu yang tidak bertanya apa-apa dan hanya menjahit baju, anak itu mendekat dan bertanya, “Ibu, aku lapar. Apakah ada makanan?”    ...

2.Cerita Rasa-Hari Bahagia

Sebuah hari yang seringkali kita impikan adalah hari di mana kita benar-benar merasa spesial dan bahagia. Wedding party, birthday party, atau hari-hari yang selalu kita rayakan. Kumpul bersama teman-teman, keluarga, dan orang-orang yang kita sayangi. Belum lagi mendapatkan hadiah untuk dibuka satu per satu. Menyenangkan bukan? Mendapat ucapan selamat. Rasanya kebahagiaan itu tak pernah ingin kita bagi dengan orang lain. Lebih parahnya lagi, kita menjadi egois dan ingin menunjukkan kepada semua orang betapa bahagianya kita hari itu.  Namun, setelah hari itu selesai, masihkah perasaan bahagia itu meliputi hidup kita? Atau justru kita memilih untuk diam dan menyalahkan keadaan. Mengapa aku baru tahu sekarang tentang sikap dan karakter orang yang kupilih? atau mengapa di usia baruku, justru tantangan dan masalah datang bertubi-tubi?  Lalu kemudian kita merasa seolah-olah hidup sendiri. Tidak ada satupun yang mengerti keadaan kita. Bukankah demikian? Pikiran negatif sering...