Langsung ke konten utama

2.Cerita Rasa-Hari Bahagia

Sebuah hari yang seringkali kita impikan adalah hari di mana kita benar-benar merasa spesial dan bahagia. Wedding party, birthday party, atau hari-hari yang selalu kita rayakan. Kumpul bersama teman-teman, keluarga, dan orang-orang yang kita sayangi. Belum lagi mendapatkan hadiah untuk dibuka satu per satu. Menyenangkan bukan? Mendapat ucapan selamat. Rasanya kebahagiaan itu tak pernah ingin kita bagi dengan orang lain. Lebih parahnya lagi, kita menjadi egois dan ingin menunjukkan kepada semua orang betapa bahagianya kita hari itu. 

Namun, setelah hari itu selesai, masihkah perasaan bahagia itu meliputi hidup kita? Atau justru kita memilih untuk diam dan menyalahkan keadaan. Mengapa aku baru tahu sekarang tentang sikap dan karakter orang yang kupilih? atau mengapa di usia baruku, justru tantangan dan masalah datang bertubi-tubi? 

Lalu kemudian kita merasa seolah-olah hidup sendiri. Tidak ada satupun yang mengerti keadaan kita. Bukankah demikian? Pikiran negatif seringkali menguasai hidup kita sehingga yang kita pikirkan adalah hal-hal yang buruk saja. 

Kalau begitu ingat waktu kalian mendapatkan hadiah. Mungkin kalian sangat menginginkan hadiah itu. Kamu berharap ada seseorang yang mendengar ceritamu dan kemudian berinisiatif untuk membelikannya. Ternyata benar. Tepat di hari bahagiamu, kamu mendapatkan hadiah yang kamu inginkan. Tepat dan sesuai dengan yang kamu harapkan. Warnanya, modelnya, bahkan ukurannya pun tepat. Bahagianya. Rasanya ingin berterima kasih kepada orang yang telah mewujudkan keinginan kita. 

Oh, rupanya bahagia itu adalah pilihan. Jika kamu memilih untuk terus hidup dalam kenegatifanmu, maka itulah yang akan kamu terima seumur hidupmu. Bagaimana jika setiap hari kita menganggap bahwa hari bahagia itu datang secara spesial untuk kita? Bukankah itu jauh lebih baik. 

Ada tiga tipe manusia di dunia ini. Manusia masa lalu, masa sekarang, dan masa datang. Manusia masa lalu cenderung tidak bisa move on dari hal-hal yang terjadi di masa lalu. Jika masa lalunya tentang kepahitan akan orang-orang disekelilingnya, dia akan terus kepahitan dan hidup dalam dendam. Semua yang ia pikirkan adalah bagaimana masa lalu itu menentukan masa kini dan masa depan. Bagaimana caranya supaya semua orang takluk padanya di masa ini? Bagaimana supaya menjadi orang yang dihormati di masa ini? Semua yang mereka pikirkan adalah dendam dan cara untuk membalasnya. 

Manusia kedua adalah manusia saat ini. Ia sangat mudah untuk memaafkan masa lalu. Baginya, masa lalu adalah sebuah pembelajaran indah untuk membantunya meng-upgrade diri menjadi lebih baik lagi di masa ini. Segala sesuatu yang ia lakukan benar-benar mengalir dari hari ke hari. Terhadap segala sesuatu ia lebih suka untuk bersyukur dan menikmati hari ini. Ia memiliki rencana, tetapi ia tidak memaksakan diri untuk membuat sebuah masa depan sesuai dengan apa yang telah ia rencanakan. Mengapa? Karena baginya, masa depan dapat berubah sesuai dengan kondisi dan apa yang ia lakukan di masa ini. Ia tidak pernah mengeluhkan hari ini, ia hanya menikmatinya. Ia tidak pernah bertanya tentang hari esok, karena ia tau bahwa yang ia lakukan hari ini akan menjadi jalan untuk hari esok dan ia tidak lagi memikirkan hari kemarin, karena hari kemarin memiliki kesusahannya sendiri. 

Manusia terakhir adalah manusia masa depan. Semua yang ia pikirkan adalah bagaimana esok hari? Bagaimana bulan depan? Bagaimana tahun depan? Akankah aku menjadi lebih baik? Ataukah aku menjadi lebih buruk? Atau sama saja? Ia terus berjuang untuk mencapai kata BAIK dan SEMPURNA. Bukankah tidak sempurna di dunia ini? Ia tidak pernah merasa puas. selalu saja ada hal yang ia salahkan. Entah kondisi yang salah, lingungan yang salah, pergaulan yang salah, teman-teman yang salah. Rasanya semua salah. Hanya masalah yang ia pikirkan. Ia hanya hidup untuk masa depan. Hari ini tidak penting baginya. Padahal masa depan tidak pernah berjalan jika kita masih berhenti di hari ini bukan?

Lalu, tipe manusia seperti apakah kamu? Bagaimana caramu menentukan bahagia? Jadikan hari bahagiamu adalah setiap harimu. Karena semua hari adalah baik dan semua hari adalah bahagia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Harimu Menjadi Lebih Produktif

  HOW TO MAKE YOUR DAILY PRODUCTIVE ROUTINE               Terkadang meskipun terlihat sibuk dan mengerjakan sesuatu, rupanya ada banyak hal yang tidak produktif kita kerjakan. Apalagi di tengah situasi yang mengharuskan kita untuk tinggal di rumah sepanjang waktu. Rasa bosan dan bingung akan membuat kita semakin tidak menikmati hari-hari kita. Ada beberapa cara yang dapat membantumu untuk lebih produktif setiap hari. Let’s dive in!             Bangunlah lebih pagi . Be morning people, benar-benar sangat sulit bagi mereka yang sudah terbiasa bangun siang karena situasi. Atau mungkin bangun pagi tetapi tidak melakukan apapun di pagi hari selain bersiap untuk berangkat kerja. Nah, mulai sekarang, biasakan untuk bangun lebih pagi satu jam dari biasanya.             Buat To-Do-List . Setelah bangun pagi, coba bu...

Anak Laki-laki Bertopi Hijau

           Seorang anak laki-laki bertubu h mungil berjalan dengan sepatu usangnya sa mbil menangis. Ibunya tergopoh-gopoh menghampiri. Sang wanita separuh baya itu bertanya, “Ada apa anakku? Mengapa kamu menangis?” Sang anak tak dapat menahan tangisnya dan meronta-ronta. Sang ibu yang kebingungan hanya dapat memeluknya sembari menepuk pundaknya dan berkata, “Kapanpun kau ingin menceritakannya, ibu akan mendengarkan. Jika sulit bagimu untuk mengatakannya sekarang, ibu tetap menunggunya.”             Keesokan harinya, anak lelaki itu berlari lebih kencang sampai baju lusuhnya sobek. Ia menangis lebih keras dari sebelumnya. Sang ibu lagi-lagi memeluknya dan menepuk pundaknya. Ibu juga melepas kaos anak itu dan menjahitnya dengan rapi. Melihat sang ibu yang tidak bertanya apa-apa dan hanya menjahit baju, anak itu mendekat dan bertanya, “Ibu, aku lapar. Apakah ada makanan?”    ...